Heboh “Short Pants”!

Beberapa pekan yang lalu saya dan keluarga beruntung dapat menikmati indah dan sejuknya kota wisata Batu di Jawa Timur. Lebih bersyukur lagi kami dapat mengunjungi sebuah anjungan wisata terbesar dan terkenal di sini. Kami disambut dengan anjungan rumah-rumah adat suku-suku di Indonesia lengkap dengan manekuin-manekuin berpakaian adat yang , menurut saya, sangat menunjukkan betapa kaya dan agungnya peradaban bangsa kita. Belum lagi bebrapa alat musik tradisionalyang dipajang di sini dan juga kami punya kesempatan untuk langsung mencoba memainkannya! Wow!

Sejurus kemudian kami menuju ke beberapa anjungan science yang cukup memberikan pengetahuan baru bagi anak-anakku. Beberapa konsep fisika dan kimia disampaikan kepada pengunjung dengan aplikasi alat-alat peraga dan percobaan yang cukup informatif .

Setelah belajar bersama di anjungan science, kami sekeluarga menuju wahana-wahana hiburan yang cukup menantang adrenalin kami seperti  volcano coaster dan lain-lain. Kami pun antre untuk menikmati wahana itu. Kulihat sekelilingku. Mataku tertuju pada sekelompok “youngsters” yang sangat mencolok di antara kerumunan antrean kami. Semua cewek rombongan itu memakai celana pendek (short pants) yang supeeeeer pendek, mungkin hanya beberapa sentimeter di bawah pangkal paha!  Dan, semua dari mereka tampil” sangat sexi” dengan balutan kaos “you can see” tipis mereka!

Astaghfirulloh…batinku dalam hati. Tanpa malu sedikitpun mereka mengenakan mode baju seperti itu, bahkan tampaknya mereka malah merasa bangga dan sangat pede dengan penampilan mereka. Tentu saja bagi mereka yang mata keranjang, momen antrean ini menjadi sangat mengasyikkan bagi mereka karena dapat “cuci mata” gratis. Namun saya yakin, bagi para pengunjung yangpaling tidak  masih menjunjung adat sopan santun dan meyakini norma masyarakat yang berlaku , atau yang terlebih lagi memegang teguh prinsip agama dalam kewajiban menutup aurat, maka mereka pasti merasa sangat “risih” melihat penampilan para “short panters”tadi.!

Hatiku berkata :”Ya Alloh, berilah petujuk pada mereka Ya Robb. Kaena mungkin mereka belum tahu tentang kewajiban menutup aurat. Mereka belum tahu, betapa Islam memulyakan tubuh-tubuh mereka , menjaganya dari pandangan dan pikiran kotor para lelaki nakal di luar sana. Ya Alloh, maafkan hambaMu  yang masih berada dalam taraf terendah keimanan dalam melihat sebuah kemaksiatan ini. Ya Alloh, jagalah anak-anakku di jaman yang sudah amat sanagt penuh dengan tantangan kerusakan nilai moral ini.”

Suamiku mesra punggungku, aku tersadar dari perenungan singkatku. Giliranku untuk mencoba wahana volcano coaster yang mengguncang adrenalinku. Namun ternyata, kilasan ingatanku tentang para “shot panters” lebih mengguncang perhatianku hingga kini. Aku berpikir: “Tidak bisakah pemilik anjungan-anjungan wisata menerapkan batas-batas minimal kesopanan berbusana para pengunjungnya? Bukankah para “shor panters” tersebut secara sengaja atau tidak telah melakukan porno aksi di tempat-tempat umum? Berapa ribu pasang mata lelaki yang mengakses “pemandangan ” yang, saya yakin, memicu hormon reproduksi mereka? Atau, tidakkah para gadis tersebut merasa betapa besar bahaya yang menghadang mereka, menagncam keselamatan mereka dengan pakaian yang seperti itu? Bisakah semua lelaki menahan nafsu mereka melihat penampilan mereka yng seronok itu? Bagaimana jika diantara para lelaki hidung belang itu melakukan kejahatan seksual kepada mereka?

Astaghfirulloh, ternyata perenunganku terus berlanjut ketika beberapa waktu yang lalu saya sempat ” mencuri” menyaksikan ultah sebuah coporate televisi terkenal di Indonesia. Kembali layar kaca kita disuguhi sebuah penampilan pembuka seorang artis muda terkenal yang sangat “berbakat” dengan suara dan dance-nya yang sangat attractive! Ia tampil , lagi-lagi, dengan short pants-nya yang supeeeeeer pendek, hampir tipis bedanya dengan ukuran dan bentuk (maaf-under wear). Ia berjingkrak-jingkrak, sambil menari dan juga diikuti para penari latarnya yang juga berpakaian yang sama!

Astaghfirulloh, porno aksi di televisi semakin marak dan terang-terangan dengan dibalut kata “krearivitas dan seni”! Haruskah para artis berpakaian demikian untuk bisa berkreasi dan berkesenian? Miskinkah khasanah kebudayaan kit?Tidak cukup indah, tidak cukup menginspirasikah pakaian-pakaian adat kita yang sangat elok dan elegan yang saya kagumi di anjungan wisata tadi? Haruskah , atas nama modernitas, para gadis Indonesia meng”import”  budaya “Short pants” bagi penampilan mereka?

Terlebih lagi bagi generasi muslim kita, model-model fashion seperti itu akan terus menjadi tantangan keimanan dan prinsip berbusana yang digariskan Alloh dan RosulNya. Fenomena short pants hanyalah sebagian kecil dari tantangan-tantangan dakwah kita. Bahkan model-model “busana muslimah” pun sekarang juga mulai digempur dengan model-model yang menyesatkan. Mulai dari model -model kerudung yang tidak standard , hingga celana panjang super ketat yang menjadi tren jilbabers.

Memang, sebagian dari para cewek  “short panters” yang sebagian juga muslimah tersebut mengikuti trend mode tersebut karena kejahilan mereka, ketiak tahuan mereka atas ketentuan syara dalam berpenampilan. Hal ini kembali kepada dangkalnya pemahaman aqidah mereka tentang aqidah Islam sebagai prinsip hidup -miqyas-standard penentuan norma baik-buruk dalam setiap gerak hidup mereka.

So, inilah tantangan bagi para pendidik dan pendakwah muslim. Dari institusi terkeci lperadaban umat, keluarga, para ibu harus menjadi penyampai standar perilaku yang sesuaiQuran dan Sunnah Nabi . Para guru dan Dai harus lebih memperhatikan penanaman mendasar aqidah yang mendorong umat untuk ridzo menerapkan ketentuan-ketentuan syara dalam setiap aspek kehidupan umat. Dan, dari diri kita sendirilah semua usaha tersebut harus dimulai.

Dan, langkah itu , salah satunya bisa dilakuakan dengan pemberian dan penyediaan alternative sarana hiburan dan informasi yang Islami kepada anak-anak kta. Menurut saya, ini  menjadi sebuah tuntutan yang mutlak untuk kita usahakan. Jadi, siapkah Anda untuk mengawali langkah dakwah in? Semoga. amin.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.