Tak terasa mataku mulai sembab dan butiran-butiran air bening mulai mengalir dari kedua kelopaknya. Segera kusapu dengan sapu tanganku. Aku tamk ingin murid-muridku ikut larut dalam suasana hatiku yang begitu berbahagia dan sedih berbaur jadi satu!
Itulah sepenggal pengalamanku kemarin lusa ketika hari itu aku dikejutkan dengan datangnya serombongan “tamu tak terduga” di kantor sekolahku. Ya, kemarin sekitar 20 orang murid angkatan kedua SMPI Al Azhaar “menyerbu” kantorku untuk menemui para guru-guru mereka dulu. Saya sendiri telah kurang lebih sekitar lima tahun berpisah dengan mereka semenjak saya dan suami pindah tugas ke Tuban. Dan kali ini ketika saya dan keluarga telah kembali lagi ke Tulungagung, saya sangat berbahagia dapat dipertemukan dengan mereka lagi dengan wajah-wajah yang lebih dewasa dan tubuh-tubuh yang semakin kekar dan berisi. Subhanalloh, murid-muridku…anak-anakku, mereka datang untuk memohon doa restu dari kami agar diberi kemudahan dalam menghadapi UAN SMA tahun ini. Salam ta’dzim mereka ketika satu persatu bersalaman dan mencium tanganku membuat aku terbayang wajah-wajah polos dan culun mereka lima tahun lalu…..
Sejenak canda dan tawa menghiasai percakapan saya, suami dengan mereka. Kebetulan suami saya masih menyimpan rekaman video pembelajaran dengan mereka lima tahun lalu. Kami pun tertawa “gayeng” mengomentari “akting” masing-masing anak.
Kebahagiaanku tak hanya terhenti di situ, malam harinya mereka datang ke rumah untuk bersilaturohmi. Memang…suamiku menjanjikan acara”pembekalan khusus” bagi mereka untuk menghadapi UAN 2009. Kusiapkan minum dan snack ala kadarnya sambil menunggu kehadiran “anak-anakku ‘.
Kudengar ucapan salam menyapaku, benar! Mereka datang berombongan hingga membuat halaman rumahku penuh sesak dengan motor-motor dan helm mereka. Sebuah kotak dus aqua diturunkan oleh para ikhwan “Bu, ini dari anak-anak!” Tak ketinggalan para akhwat menyerahkan beberapa bungkus jajn pasar,” Bu ini untuk tambah-tambah snack!”
Alhamdulillah….mereka tumbuh dengan pemahaman akhlaq yang baik…gumamku dalam hati.
Sejurus kemudian suamiku mulai meng-on-kan LCD dan lap topnya. Materi pembekalan motivasi UAN 2009 mulai disampaikannya dengan penuh antusias dan gaya yang humoris dan akrab, dan sering diselingi dengan gelak tawa para muridku! Memang…suamiku seorang motivator yang hebat…Meski lima tahun yang lalu kita berpisah, namun komunikasi suamiku dengan mereka tampak sangat hangat dan tulus. Semua muridku mnyimaknya dengan tekun dan fokus.
Yang tak kalah manisnya adalah ketika kami bersama-sama menyanyikan lagu “My Heart” gubahanku dan suamiku yang kami ubah dengan tema MURID SEJATI sejati. Suamiku memainkan gitar dengan penuh perasaan dipadu dengan nyanyian kompak mereka…….
Tiba juga giliran para muridku itu “curhat” soal kegundahan mereka menghadapi UAN. Beberapa kepolosan dan kelucuan tetap menonjol dati ucapan-ucapan mereka, misal ‘” Wah, Ustadz, saya khawatir kalau sms-nya nanti ndak lancar!”Spontan kami semua tertawa. Dengan sabar suamiku memupuk kepercayaan diri mereka dengan menceritakan pengalaman-pengalaman pribadinya dan beberapa tayangan slide yang mendukung.
Malam pun mulai larut….doa mulai kami panjatkan keharibaan Alloh moga kami semua tetap bisa terus bersilaturohmi lebih dari sebagai guru-murid tetapi sebagai “ank dan orangtua”. Yaa Robb…jagalah mereka karena Engkaulah sebaik-baik penjaga dan guru bagi mereka. Yaa robb jadikanlah mereka generasi penerus umat ini yang akan meninggikan kalimatMu, meneruskan jalan dakwah ini…..setelah kami pergi menghadapMu. Yaaa Robbkabulkanlah ciat-cita mereka..Amin. Yaa Alloh, terimakasih,hamba bersyukur atas hadiah yang indah bagiku dan suamiku hari ini.!
Selamat menempuh ujian Anak-anakku…tidak hanya ujian Nasional …tetapi juga ujian-ujian yang akan terus menyongsongmu di kehidupanmu mendatang.
Doa kami selalu untuk kalian semua…!
Hadiah bagi Seorang Guru
April 17, 2009 oleh abuharokan