Feeds:
Tulisan
Komentar

Akhir-akhir ini aku jadi “racer!” Lho,Kog? Ganti profesi? Ndak juga……Anda penasaran? Ini jawabannya…

Alhamdulillah SK pengangkatanku sudah turun. Dan di hari H penerimaan SK itu, seperti CPNS yang lain pun aku juga bertanya-tanya dan sangat penasaran …di manakah sekolah baruku itu?
Amplop coklat itu pun kuterima….tertulis di situ nama sebuah SMKN “baru” di “pinggiran” Tulungagung…Alhamdulillah, ladang amalku bertambah. 25 kilometer jauhnya dari pusat kota yang kutinggali. Sejumlah konsekuensi dan “tantangan” amanah mendidik siswa-siswaku yng “cowokABG” semua mulai kuhadapi.
Jauh….dekat….sebenarnya itu yang dipertanyakan semua CPNS teman-temanku yang akan bertugas di sekolah barunya masing-masing…Bahkan aku dengar kabar ada “rumor” beberapa diantara mereka “rela” mengeluarkan sejumlah nominal “amplop sakti” agar mereka ditempatkan di sekolah-sekolah kota…….maasyaa Alloh! Wallohu a’lam…
Kugas kencang sepeda motorku di pagi hari ini…kunikmati setiap hembusan angin sejuk hawa perbukitan di sepanjang perjalananku…..kunikmati setiap jengkal keindahan alam yang Alloh ciptakan di panorama sekelilingku…..Subhanalloh…terasa dekat dan cepat perjalananku ini….
Yah, 25 kilo bisa terasa jauh dan lama…tapi 25 kilo bisa terasa saaaaangat dekat dan cepat perjalananku ini…
Sidqunniyyah…niat yang bulat dan ikhlas menerima amanah ini membuatku bersyukur atas semua ketentuan Alloh kepadaku…
Yaa Alloh, jagalah selalu niatku dalam setiap amalku berdakwah lewat jalur pendidikan ini…..semoga tidak Engkau sia-siakan di Yaumil Qiyamah nanti..amiiin..

Cuaca cerah dan hawa sejuknya kota Tulungagung kurasakan kemarin pagi ketika kukendarai motorku memasuki pelataran kantor PEMDA.Sejurus kemudian sudah kulihat antrean yang lumayan panjang para CPNS (termasuk aku..he..he)untuk mengambil undangan pembagian SK pengangkatan pegawai. Satu persatu dari kami maju ke meja yang berderet-deret di bangku ruang kepegawaian itu untuk mencari nama kami dan menandatanganinya. Namun, setelah kucari-cari cukup lama namaku tidak tercantum dalam daftar tadi. Ternyata ada juga beberapa orang di sampingku yang mengalami nasib yang sama. Kulihat wajah mereka agak sedikit khawatir. Iseng-iseng aku berkomentar” Sabar, Mas, Insya Alloh mesti ada!”

Aku berikhtiar mencari langsung lewat daftar komputer pada salah seorang pegawai BKD itu..namun belum selesai urusanku, tiba-tiba dari pojok ruangan seorang bapak separuh baya, berperawakan besar dan gemuk dengan kumis ala Saddam Hussein-nya memanggilku dengan keras;”Hei, Mbak..Mbak..Ya..yang pakai jilbab besar , kemari!”

Kutengok bapak itu dan aku segera menuju ke mejanya, aku heran dan bertanya-tanya;”Mengapa ya aku dipanggil..tapi yang lain kok nggak?”

“Duduk, Mbak!, katanya,

“Ya, Pak? Bapak memanggil saya?”tanyaku.

Tiba-tiba saja sebuah pertanyaan yang tidak aku sangka-sangka sebelumnya meluncur dari mulut si Bapak itu,“Mbak, jane nek nganggo jilbab rasah sing gedhe-gedhe iso ora? Itu lho kayak yang dipakai Mbak Yeni (stafnya-red).Karena kalau PNS itu seragamnya harus rapi dan sudah ada aturannya.Biar geraknya lincah dan tidak mengganggu kerja! Itu juga…yang pake cadar-cadar itu saya tidak setuju!”

Sejenak aku tertegun dan agak kaget dengan pertanyaan itu. Namun kutenangkan diriku dan kubaca Bismillah dalam hati untuk memberikan sedikit maklumat pada bapak ini. Dengan halus dan lembut kujawab,”Terimakasih masukannya, Pak, namun maaf Pak. Menurut saya prestasi dan kinerja seseorang tidak bisa hanya dilihat dari pakaiannya saja………” Terpaksa kusebutkan prestasi-prestasiku yang Alhamdulillah kuraih selama hampir 13 th mengajar di sekolah-sekolah Islam.

Tampaknya si Bapak tadi masih tetap bersikeras dengan tegurannya tadi,        “Iya, Mbak tapi Njenengan nanti di lingkungan negeri harus bisa menyesuaikan!”

Aku ganti bertanya,”Maaf, Pak. Agama bapak apa ya?”

Dengan jawaban yang lirih Beliau menjawab,”Islam.”

“Begini, Pak…..”kulanjutkan penjelasanku. “Setahu saya ada beberapa pandangan yang berbeda dari ke empat madzhab dalam Islam tentang batasan menutup aurot. Menurut Imam Syafii seluruh tubuh wanita adalah aurot kecuali kedua matanya, sedangkan saya mengambil pendapat dari ketiga imam yang lain bahwa hanya muka dan kedua telapak tanganlah yang boleh terlihat. Dan tentang kenapa kerudung saya panjang. Itu karena di salah satu surat di Al Quran ada perintah untuk menutup kerudung itu sampai ke dada-dada kami para wanita (fii juyuubihinn-red), Tapi, terimakasiiiiiiiiiih sekali masukannya. Nanti akan menjadi bekal bagi kami untuk lebih bisa berdaptasi di tempat yang baru!”,sambil ku”persembahkan” senyum termanisku!

Hampir semua CPNS yang lain memandangku dan bertanya-tanya mengapa aku mendapatkan “kehormatan khusus” hari itu……

Maa syaa Alloh…sebuah sinyal-sinyal tantangan baru saja menyapaku untuk merealisasikan kiprah dakwahku di “ladang baru” yang pasti lebih heterogen dan “menantang”!

Kusadar ini baru permulaan…. tantangan-tantangan yang lebih besar pasti akan mengujiku..untuk membuktikan niatku semula menempuh jalur ini setelah hampir lebih 10 th aku berada di “zona Islami” yang begitu “nyaman’ untuk keimananku.

Kujemput amanah baru itu Yaa Alloh….ini membuktikan bahwa “di luar sana”banyak  saudaraku yang belum begitu memahami dien-nya..Semakin tertantang hati ini…semakin kubersyukur akan hidayah iman dan Islam ini…Dan ini harus kubagi kepada saudara-saudaraku di “luar sana”!

Yaa…Robb..fa aqim wajhiy ilaika…Allhummahdii qoumiy…..fan shurnii..la haula walaa quwwata illaa billaaah.

(sebuah catatan pribadi)

Life is Short

Have you watched an advertisement “life is short”?

I have been impressed with that advertisement. It showed a young woman who was about to give a birth in a birthing room surrounded by some doctors and other medical staffs helping them to give birth her baby. The woman was trying hard to take a deep breath helped with a respiration tool…and finally she succeeded in giving birth the baby. What makes me impressed was the next scene of the film that is: the new born baby was showed jumping and flying over the room out of the window and flying over the sky and it grew older became a child, then a boy and then an adult man and an old man…and then finally the old man fell down, crushed into his grave yard! And the advertisement was closed with a very wise utterance :”Life is short. Do more!”

I see the soul of Islamic teaching in this advertisement! Let’s recall some verses in the Holy Quran stating that our life on this earth is short and not eternal.

“Wa maa hayaataddunya illaa mataa’ul ghuruur” Life is nothing but a  a kind of faking  joy.

“Wal aakhirotu khoiruw wa abqo” And the Akhirat ( eternal life) is much better much more eternal.

“Wal aakhirotu khoirullaka minal uula” And the Akhirat is much better than the previous one!

So. Brothers and Sisters, if we have known that life on the earth now is “small” and “short” what should we do? Alloh, our God says in Quran Surah Al “Ashr that all of men are bankrupt except those who have strict faith and do good deeds and those who always remind others of good things ans suggest them for obedience.

And the essence of this teaching seems to be “summarized” in this advertisement! Well, le’t do our best in everything we do. let Alloh find us as successful servants before Him with our all good deeds we can create! AMIN                                             (my own self contemplation)

Tak terasa mataku mulai sembab dan butiran-butiran air bening mulai mengalir dari kedua kelopaknya. Segera kusapu dengan sapu tanganku. Aku tamk ingin murid-muridku ikut larut dalam suasana hatiku yang begitu berbahagia dan sedih berbaur jadi satu!
Itulah sepenggal pengalamanku kemarin lusa ketika hari itu aku dikejutkan dengan datangnya serombongan “tamu tak terduga” di kantor sekolahku. Ya, kemarin sekitar 20 orang murid angkatan kedua SMPI Al Azhaar “menyerbu” kantorku untuk menemui para guru-guru mereka dulu. Saya sendiri telah kurang lebih sekitar lima tahun berpisah dengan mereka semenjak saya dan suami pindah tugas ke Tuban. Dan kali ini ketika saya dan keluarga telah kembali lagi ke Tulungagung, saya sangat berbahagia dapat dipertemukan dengan mereka lagi dengan wajah-wajah yang lebih dewasa dan tubuh-tubuh yang semakin kekar dan berisi. Subhanalloh, murid-muridku…anak-anakku, mereka datang untuk memohon doa restu dari kami agar diberi kemudahan dalam menghadapi UAN SMA tahun ini. Salam ta’dzim mereka ketika satu persatu bersalaman dan mencium tanganku membuat aku terbayang wajah-wajah polos dan culun mereka lima tahun lalu…..
Sejenak canda dan tawa menghiasai percakapan saya, suami dengan mereka. Kebetulan suami saya masih menyimpan rekaman video pembelajaran dengan mereka lima tahun lalu. Kami pun tertawa “gayeng” mengomentari “akting” masing-masing anak.
Kebahagiaanku tak hanya terhenti di situ, malam harinya mereka datang ke rumah untuk bersilaturohmi. Memang…suamiku menjanjikan acara”pembekalan khusus” bagi mereka untuk menghadapi UAN 2009. Kusiapkan minum dan snack ala kadarnya sambil menunggu kehadiran “anak-anakku ‘.
Kudengar ucapan salam menyapaku, benar! Mereka datang berombongan hingga membuat halaman rumahku penuh sesak dengan motor-motor dan helm mereka. Sebuah kotak dus aqua diturunkan oleh para ikhwan “Bu, ini dari anak-anak!” Tak ketinggalan para akhwat menyerahkan beberapa bungkus jajn pasar,” Bu ini untuk tambah-tambah snack!”
Alhamdulillah….mereka tumbuh dengan pemahaman akhlaq yang baik…gumamku dalam hati.
Sejurus kemudian suamiku mulai meng-on-kan LCD dan lap topnya. Materi pembekalan motivasi UAN 2009 mulai disampaikannya dengan penuh antusias dan gaya yang humoris dan akrab, dan sering diselingi dengan gelak tawa para muridku! Memang…suamiku seorang motivator yang hebat…Meski lima tahun yang lalu kita berpisah, namun komunikasi suamiku dengan mereka tampak sangat hangat dan tulus. Semua muridku mnyimaknya dengan tekun dan fokus.
Yang tak kalah manisnya adalah ketika kami bersama-sama menyanyikan lagu “My Heart” gubahanku dan suamiku yang kami ubah dengan tema MURID SEJATI sejati. Suamiku memainkan gitar dengan penuh perasaan dipadu dengan nyanyian kompak mereka…….
Tiba juga giliran para muridku itu “curhat” soal kegundahan mereka menghadapi UAN. Beberapa kepolosan dan kelucuan tetap menonjol dati ucapan-ucapan mereka, misal ‘” Wah, Ustadz, saya khawatir kalau sms-nya nanti ndak lancar!”Spontan kami semua tertawa. Dengan sabar suamiku memupuk kepercayaan diri mereka dengan menceritakan pengalaman-pengalaman pribadinya dan beberapa tayangan slide yang mendukung.
Malam pun mulai larut….doa mulai kami panjatkan keharibaan Alloh moga kami semua tetap bisa terus bersilaturohmi lebih dari sebagai guru-murid tetapi sebagai “ank dan orangtua”. Yaa Robb…jagalah mereka karena Engkaulah sebaik-baik penjaga dan guru bagi mereka. Yaa robb jadikanlah mereka generasi penerus umat ini yang akan meninggikan kalimatMu, meneruskan jalan dakwah ini…..setelah kami pergi menghadapMu. Yaaa Robbkabulkanlah ciat-cita mereka..Amin. Yaa Alloh, terimakasih,hamba bersyukur atas hadiah yang indah bagiku dan suamiku hari ini.!
Selamat menempuh ujian Anak-anakku…tidak hanya ujian Nasional …tetapi juga ujian-ujian yang akan terus menyongsongmu di kehidupanmu mendatang.
Doa kami selalu untuk kalian semua…!

Anda pasti sudah tahu,kan berapa jumlah partai peserta PEMILU 2009? Yap! Memang 44 bukanlah jumlah partai yang sedikit. Bahkan boleh saya katakan bahwa sebenarnya predikat “Mbahnya” demokrasi sekarang sebenarnya sudah tidak berhak lagi disandang oleh si Amrik, tetapi sudah menjadi hak Indonesia. Bagaimana tidak? Di Amerika saja yang mengaku menjadi “promotor” utama demokrasi hanya ada 2 parpol utama:Republik dan Demokrat, nah lho!

Kalau begitu Indonesia itu hebat yach? Sudah benar-benar berani menerapkan demokrasi secara total? Mungkin sebagian dari kita berpikir seperti itu dan itu sah-sah saja, karena selama ini jargon demokrasi begitu membahana di kancah politik dunia sehingga hampir semua negara berlomba-lomba untuk menjadi “Sang pemerjuang Demok asi terdepan!”

Sebenarnya, bagaimana sich hakikat demokrasi. benar nggak sich kalau demokrasi itu adalah “harga mati” sebagai jalan terbaik dan hakiki untuk mencapai peradaban manusia yang adil , beradab dan sejahtera?

Dalam sebuah ayat Alloh berfirman: Wa in tuti’ aktsaro man fil ardzi yudzilluka ‘an sabiilillah, in yattabi’uuna illadzdzonn….. ‘Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di  uka bumi maka mereka akan menyesatkanmu dari jalan Alloh, sesungguhnya mereka hanya mengikuti persangkaan mereka belaka dan sesungguhnya mereka itu ragu-ragu..)

Mari kita lihat sistem dan teknis demokrasi yang selama ini dipraktikkan.

1. Setiap orang dalam sistem demokrasi diberi hak yang sama untuk memilih wakil-wakil mereka di parlemen. Semua orang baik orang itu baik atau culas, berpendidikan atu awam, kiai atau pencopet, alim atau brandal dianggap mewakili satu suara yang sama. Bagaimanakah pendapat anda tentang hal ini? Seorang yang bijak dan berilmu pasti akan selalu menggunakan perhitungan yang matang, analisis yang berbobot, hati nurani yang bersih ketika akan menentukan sesuatu. Namun, bagaimana dengan “jenis” manusia-manusia yang lain? Bagaimana dengan orang-orang awam yang tidak bisa baca tulis, yang buta politik, mudah dimobilisasi orang lain dan tidak mampu “membaca” jalannya peta kehidupan negara ini? Ingat dalam  ayat-ayatNya  Alloh selalu membedakan kedudukan orang yang berilmu dan yang tidak: ” Yar fa”ilaahulladzziina aamanuu wal ladziina uutul ‘ilma darojaat” Alloh meninggikan orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat.

2. Dari hasil pemilu nantinya para wakil rakyat tidak hanya akan berhak mewakili mereka dalam memperjuangkan hak-hak dan kepentingan mereka namun juga akan mempunyai hak istimewa berupa hak menentukan perundangan yang berlaku di negara kita ini. Para wakil rakyat berhak menentukan kebijakan-kebijakan yang kadang hukumnya sudah jelas diatur secara tegas oleh syara, contoh hukum produksi dan penjualan miras, prostitusi, dll. Jadi, akhirnya kita sebagai Muslim seakan dibenturkan pada dua “sumber hukum” yang berbeda, norma /hukum negara dan hukum agama. Pernah saya berinisiatif melaporkan adanya pesta miras di lingkungan kami kepada salah sat stasiun radio yang berjargon penampung suara masyarakat, namun sang penyiar balik bertanya kepada saya untuk menklirkan apakah orang-orang yang saya laporkan itu menkonsumsi minuman beralkohol atau minuman keras? Wah, saya jadi heran! Ternyata standar ” haram” bagi minuman keras adalah pada seberapa tinggi kadar alkohol pada minuman itu. Dalam batas beberapa persen ternyata masih dianggap minuman ringan!

3. Dari hasil pemilu pula rakyat berhak memilih pemimpin mereka, entah dengan dasa/standar apa pun yang mereka yakini. Di sini sangat potensi munculnya kembali hasil pilihan dari mayoritas “awam” penduduk negeri kita, awam dari ilmu agama dan pengetahuan mereka yang mampu menjadi pembimbing mereka agar mampu memilih pemimpin dengan standar yang ditetapkan syara’. Hasilnya pasti akan bisa ditebak! Pemimpin yang terpilih tidak akan memahami tugasnya sebagai pemimpin umat yang bisa mangarahkan mereka ke kehidupan yang maslahat uantuk dunia dan akhirat .

BERSAMBUNG….INSYA ALLLOH!

Life

life is so miraculous
life is so amazing
but……sometimes
life is so mysterious
life is so unpredictable
life is so empty and silent…..
life……is full of enjoy but also sadness
life is a kind of sets of trials…..
from God
Alloh the Almighty

Do you know one Pixar’s animated film entitled “Bug’s Life?” I am so impressed with this film and I think its phylosophy can be “associated” with Palestinian’s recent destiny. In that film  Hopper’s characteristics are very similar to those of Israeli who is “riding” on America’s  power. The cruel, agressive, boastful and graceless Hopper  is the leader of all grasshoppers community who are used to colonialize and torture the ant’s community.

We see how Hopper mobilizes his community to frighten and terror ant’s community though some of his community do not agree with his authority and decisions he makes. Hopper always regards that ants as tiny living creatures that can be colonialized forever. He does not realize that there is a figure like Flix which can awake his tortured community through his struggle.

If we reflect this story to the recent Palestina condition let me symbolize the figure of Flix as struglers or Mujahid of Palestinians who are brave to fight againts the hegemony of Israeli-America , though his Royal leaders do not support even tease him for his sincere effort.

We see how finally Flix can lit the spirit of strugle throughout the ants community and influence the Leaders to gather all of their community and mobilize it to fight againts the terrorists.

And finally by the unity of all ants community the boastful Hopper’s reign can be swept away by the ants.

I hope Moslems that I symbolize here as “the ants” will be able to gather all of  their power and unity to fight againts the boastful “Hopper like-Israel-America” through their sincere Jihad.

Although how strong and powerful Israel-America now is, but remember that there always be the chances for “Flix-like Mujahid “and all of Moslems power throughout the world that will always strive againts unjustice of the real terrorists: America and Israel!

I hope the winning moment of the “Ants” will come soon and “Hopper’s cruel colonization” on the Holly land will end. Amin.

“Huwalladzii arsala rosuulahu bil huda wa diinil haq liyudzhirohuu ‘alad diini kullih walaukarihal musyrikuun”.

wallohu a’lam bis showaab.

Terompet dan Tahun Baru

“Mi, belikan terompet, Mi…..murah, kok!”, rengek ankku di sebuah sore ketika kami melintasi deretan para penjual terompet musiman akhir tahun. Yah, memang di samping kembang api dan bising suara motor yang dibuka knalpotnya, terompet termasuk salah satu “benda” paling ngetop di akhir tahun.
Kupegang pundak anakku dan kutatap matanya dengan penuh kasih, dan mulailah sebuah kisah meluncur dari bibirku.
Alkisah ketika para sahabat mengusulkan cara untuk memanggil mereka berkumpul untuk mengerjakan sholat di masjid, di antara mereka ada yang mengusulkan suara loncenga, tembakan api dan juga terompet sebagai tanda masuknya waktu sholat. Namun Rosululloh menolaknya dan mengatakan bahwa itu semua merupakan adat istiadat orang-orang Nasrani, Yahudi dan Majusi. Hingga akhirnya Rosul memilih Bilal untuk mengumandangkan Adzan sebagai penanda masuknya waktu sholat.
Apa yang salah dengan lonceng, terompet dan api?api?
Ternyata Rosul mengajak kita untuk mellihat sesuatu lebih dari sekedar dzohirnya saja, namun lebih dari itu nilai dari sesuatu itulah yang harusnya lebih menjadi perhatian kita. Benda-benda yang diusulkan para sahabat tadi merupakan representasi budaya, ciri khas dan pencitraan dari akidah para pemeluknya, sehingga Rosul ingin menekankan bahwa kita sebagi umat Islam harus mempunyai kepribadian yang khusus yang menandai bedanya budaya, gaya hidup dan yang paling utama adalah akidah kita.
Seorang Muslim hendaknya selalu jeli melihat simbol-simbol budaya yang senantiasa ditawarkan kepada kita, mencari tahu historis dan nilai makna darinya.
Namun, bila kita lihat dewasa ini begitu banyak “lonceng-lonceng, terompet-terompet dan berbagai jenis api” berupa gaya hidup dan produk budaya yang tanpa reserve ditelan mentah-mentah oleh kaum Muslimin.
Bunyi terompet yang ditiup bersamaan pada jam 12 malam dan ramainya klub-klub hiburan, hotel-hotel dan tempat-tempat hiburan dengan berbagai acaranya hanyalah bagian kecil dari “sosialisasi” mereka untuk menhapus atau setidaknya mengkaburkan identitas kita sebagai Muslim.
Sepertinya kita para pendakwah dan pendidik ini sudah harus siap lagi menghadapi even terdekat berupa “Valentine’s Day” yang merupakan “terompet” selanjutnya yang menggoda generasi kita.
“Man tasabbaha bi qoumin fahuwa minhum!”
“Barangsiapa meniru-niru adat suatu kaum, maka ibaratnya mereka itu adalah bagian dari mereka”
Jadi, masihkah suara terompet itu berarti untuk kita? Teeeet…teeeet….teeeeet!????
Wallohu a’lam bis showab.

Mother’s day Surprise

On the 22 of Descember I got a surprising gift from my students, they brought some bread, jam, butter and milk to meke toasted bread. I was surprised and asked them why they brought all of those stuff. They reminded me that that was the mother’s day. They greeted me” Happy mother’s day, Mam!” and shake may hand firmly. “These bread are for you!”

I was very happy that day. I said in my heart;”O..my students I love you very much. I don’t want to leave you! I hope I will keep being here with you and becoming your Mom!”

That day I felt that my school has become my home, and my students has become my children. O. God please make my students good moms in the future! Amin

Pe En Es

“Wah, selamat ya!”, kudengar ucapan itu bersahut-sahutan, silih berganti dari mulut teman-temanku, wali murid dan hampir semua orang yang kukenal. Yap, hari itu tanggal 16 Desember aku barusan datang dari pulang dari perjalananku de Surabaya dan baru sampai di rumah jam 12.30 pagi! D iantara rasa kantuk dan capek kucoba terus tersenyum dan ceria di depan mereka.”Wah, selamat ya ketrima CPNS!”. Kusambut uluran tangan mereka dan kubalas dengan senyum terindahku.

Sebenarnya saya  sudah mendapatkan berita itu ketika aku masih dalam perjalanan menuju Surabaya, namun karena hanya via sms, saya belum percaya betul. Konsentrasiku tetap pada acara KPI yang akan aku ikuti……sampai aku pulang pukul 12.30 dini hari.

Namun, akhirnya saya penasaran juga. Iseng-iseng saya dan suami muter-muter kota Tulungagung dini hari itu juga tuk mencari koran pagi itu, namun….hasilnya nihil. Saya tetap belum percaya!

Akhirnya, seberkas koran yang sudah agak lusuh tertanggal 15 Desember 2008 sampai juga ke tanganku. Kumainkan jari manisku mencari namaku di lembar pengumuman seleksi CPNS itu….dan…ternyata benar namaku tercantum sebagai salah satu yang dipanggil untuk pemberkasan!

CPNS, yah kata itu begitu mewakili harapan beribu-ribu bahkan berjuta banyak orang di negara ini. Dan aku telah membuktikannya. Di Tulungagung saja ada sekitar 9526 pendaftar dan sekitar 8000 yang mengikuti tesnya. Sedang yang diterima hanya 300 an orang saja.

Dan…….ternyata Alloh menghendaki aku termasuk diantara ke 300 an orang itu.  Senang, haru, rasa ingin tahu dan tertantang bercampur aduk dalam pikiran dan perasaanku.  Mengapa demikian?

Selama 12 tahun terakhir ini saya berkiprah di dunia pendidikan yang bernafaskan Islam, yang homogen kata orang. Nuansa Islami begitu kentalnya! Aroma dakwah untuk Li i’la kalimatillah “meninggikan kalimat Alloh” secara eksplisit mewarnai kegiatan belajar mengajarku. Lantunan ayat-ayat Quran setiap hari terucap bersama murid-muridku.Rujukan dalil-dalil naqli senantiasa menjadi sandaran pemecahan masalah di sekolah dalam menasihati anak-anakku.

Namun, di hari-hari esok saya harus berani merambah medan dakwah yang lebih heterogen, berinteraksi dengan lebih banyak manusia dengan beragam visi dan misi hidup. Dan meninggalkan “zona nyaman” itu.

Dalam hati aku merasa berat meninggalkan sekolahku, namun seorang teman membesarkan hatiku. “Saudaraku, ini akan menjadi ladang dakwah baru bagi njenengan, berapa ratus, ribu bahkan jutaan generasi Muslim yang menimba ilmu di sekolah-sekolah negeri! Siapa yang akan mewarnai mereka? Cukupkah 2 jam pelajaran agama bagi mereka tanpa ada “contoh-contoh hidup” di sekitar mereka dalam mengamalkan Al Islam? Alloh telah memilih Antum mengembangkan dakwah bagi mereka!”

Dorongan tadi membuatku merenung. Memang jauh yang dipikirkan banyak orang, bahwa formasi PNS hanya dipandang dari segi peningkatan kesejahteraan secara finansial saja. Padahal sebagai seorang Muslim kusadari setiap langkah dalam hidup harus dilandasi dengan motivasi yang tulus, niat yang lurus dan ikhlas. Termasuk ikhtiarku mengikuti “perhelatan” Nasional itu.

Memang dengan diterima CPNS mungkin kesejahteraan seseorang akan bertambah, namun sebagai seorang Muslim kita harus yakin bahwa rizki yang kita terima bukanlah dari hasil kerja kita namun pemberian dan amanah dari Alloh yang telah ditentukan kadarnya olehNya.

 “Wamaa min daaabbatin fil ardzi illa ‘alalloohi rizquha“..  

 Jadi di mana pun kita berkiprah dalam dakwah lewat dunia pendidikan ini hanyalah sebagai wasilah datangnya rizqi sebagai sebuah jalur ikhtiar yang akan dinilai Alloh derajat usaha kita dalam menjemput pemberianNya.

Jadi manusia hanya berkewajiban untuk berikhtiar mencoba mencari jalan bertemunya rizqi yang terbaik baginya, namun, takdir Alloh jua yang akan berlaku.

Kupikirkan lagi rencana langkahku ke depan menjemput lahan dakwahku menyambut wajah-wajah baru, anak-anakku, generasi penerus umat di sekolah negeri yang hanya menndapat jatah 2 jam pelajaran Al Islam.

In uriidu illal ishlah mastato’tu……..

Semoga keberadaanku akan membawa maslahat bagi generasi ini, amin.

Tulisan Sebelumnya »